KEBIJAKAN INTEGRATIF DALAM PENGEMBANGAN KOMPETENSI BAHASA ASING: IMPLIKASI TERHADAP KUALITAS DAN RELEVANSI LULUSAN PERGURUAN TINGGI
Keywords:
Kebijakan Integratif, Kompetensi Bahasa Asing, Kualitas Lulusan, Relevansi Pendidikan Tinggi, UNBITA GorontaloAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan integratif dalam pengembangan kompetensi bahasa asing serta implikasinya terhadap kualitas dan relevansi lulusan perguruan tinggi, dengan studi kasus di Universitas Bina Taruna Gorontalo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menggali secara mendalam proses perumusan, implementasi, dan evaluasi kebijakan penguatan kemampuan bahasa asing di tingkat institusi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pimpinan fakultas, dosen bahasa asing, dan mahasiswa, disertai observasi lapangan serta studi dokumentasi terhadap dokumen kebijakan universitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kampus telah berupaya mengintegrasikan pembelajaran bahasa asing ke dalam kurikulum sebagai strategi peningkatan daya saing lulusan. Namun, penerapannya masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan sumber daya manusia, kurangnya kesinambungan kebijakan, dan lemahnya koordinasi antarunit akademik. Meskipun demikian, kebijakan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan motivasi mahasiswa dan perluasan wawasan global. Penelitian ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara pihak universitas, pemerintah, dan dunia industri dalam membangun kebijakan bahasa asing yang berkelanjutan dan relevan dengan kebutuhan pasar kerja. Temuan ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi perumusan kebijakan pendidikan tinggi yang lebih adaptif terhadap tuntutan globalisasi dan pembangunan sumber daya manusia.




