KONFLIK SDM DALAM PERSPEKTIF TATA KELOLA DESA: STUDI KASUS DESA BIAU DI GORONTALO
Keywords:
konflik SDM, tata kelola desa, musyawarah, kearifan lokal, Desa BiauAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konflik sumber daya manusia (SDM) dalam perspektif tata kelola desa dengan studi kasus di Desa Biau, Gorontalo. Konflik SDM menjadi isu yang signifikan karena memengaruhi efektivitas pemerintahan desa dan pelaksanaan program pembangunan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik SDM di Desa Biau disebabkan oleh beberapa faktor utama, seperti ketidakjelasan pembagian tugas, rendahnya kompetensi perangkat desa, perbedaan kepentingan antarindividu maupun kelompok, serta minimnya komunikasi antara pemerintah desa dan masyarakat. Konflik tersebut berdampak pada terganggunya koordinasi perangkat desa, penurunan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa, dan fragmentasi sosial. Untuk mengatasi konflik ini, pendekatan berbasis kearifan lokal, seperti musyawarah, dikombinasikan dengan penerapan prinsip tata kelola yang baik, seperti transparansi, akuntabilitas, dan inklusivitas, menjadi strategi yang efektif. Selain itu, pelatihan dan pengembangan kapasitas perangkat desa diperlukan untuk meningkatkan kompetensi mereka dalam manajemen konflik dan pelaksanaan tugas.Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan yang mengintegrasikan kearifan lokal dengan tata kelola yang baik dapat membantu menyelesaikan konflik SDM di tingkat desa secara berkelanjutan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah desa dan pembuat kebijakan dalam mengelola konflik dan meningkatkan efektivitas tata kelola desa.




