MENUJU DESA AMAN DAN PEDULI: IMPLEMENTASI PROGRAM KKLP CEGAH KEKERASAN DI GORONTALO

Penulis

  • Rukiah Nggilu Universitas Bina Taruna Gorontalo
  • Edwin M. Djua Universitas Bina Taruna Gorontalo
  • Ridwan Buka Universitas Bina Taruna Gorontalo
  • Wiranto Wage Universitas Bina Taruna Gorontalo
  • Asni Ismail Universitas Bina Taruna Gorontalo
  • Sofyan Alhadar Universitas Bina Taruna Gorontalo

DOI:

https://doi.org/10.37606/j-pmas.v4i2.343

Kata Kunci:

Pencegahan Kekerasan, Pemberdayaan Masyarakat, KKLP, Gorontalo, Desa Aman Dan Peduli

Abstrak

Kekerasan terhadap perempuan dan anak masih menjadi isu serius di berbagai wilayah, termasuk di Provinsi Gorontalo. Data menunjukkan tingginya angka kekerasan baik di ranah domestik maupun publik, yang sebagian besar tidak dilaporkan karena masih dianggap aib keluarga. Kondisi ini menegaskan pentingnya upaya pencegahan berbasis komunitas yang melibatkan masyarakat secara langsung. Artikel ini membahas implementasi program Kuliah Kerja Lapangan Produktif (KKLP) Universitas Bina Taruna Gorontalo di Desa Tabumela, Kecamatan Tilango, yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat, memperkuat peran tokoh adat dan agama, serta mendorong partisipasi pemuda dalam gerakan anti-kekerasan. Metode yang digunakan mencakup penyuluhan interaktif, diskusi kelompok, demonstrasi praktik, hingga pembentukan kelompok peduli desa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai bahaya kekerasan, keterlibatan aktif pemuda dalam kampanye digital, serta terbentuknya jejaring lokal sebagai garda terdepan dalam pencegahan kekerasan. Temuan ini sejalan dengan teori perubahan sosial dan solidaritas kolektif, yang menegaskan bahwa pencegahan kekerasan dapat efektif bila berbasis komunitas dan melibatkan multi-stakeholder. Dengan demikian, program KKLP ini dapat menjadi model pengabdian masyarakat yang berkelanjutan dalam mewujudkan desa aman, peduli, dan bebas dari kekerasan.

Diterbitkan

2025-08-30