KAJIAN KEBUTUHAN RUMAH LAYAK HUNI DI KOTA GORONTALO
DOI:
https://doi.org/10.37971/j-tsiap.v5i1.409Keywords:
Backlog Perumahan, Rumah Layak Huni, RTLH, Permukiman Kumuh, GorontaloAbstract
Pemenuhan rumah layak huni merupakan indikator kesejahteraan dan bagian dari agenda pembangunan berkelanjutan, namun Kota Gorontalo masih menghadapi backlog dan permukiman tidak layak huni yang meningkat. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kebutuhan rumah layak huni, mengevaluasi efektivitas program bantuan perumahan, serta merumuskan strategi penanganan berbasis data. Metode yang digunakan adalah pendekatan kombinasi (mixed methods) dengan analisis kuantitatif terhadap data backlog 2019–2024 dan analisis kualitatif melalui wawancara, observasi, serta dokumentasi kebijakan. Hasil menunjukkan backlog meningkat dari 16.611 unit (2019) menjadi 24.475 unit (2024), disertai penurunan persentase keluarga yang menempati rumah layak dari 74,60% menjadi 63,05%. Program Mahyani dan BSPS membantu MBR namun belum signifikan menekan backlog karena keterbatasan lahan dan daya beli. Diperlukan integrasi kebijakan vertikal, pengembangan rusunawa, serta penguatan basis data untuk intervensi tepat sasaran. Kajian ini memberikan implikasi pada perencanaan perumahan berbasis kebutuhan riil dan kolaboratif.





