Hubungan Frekuensi Makan dan Aktivitas Fisik dengan Persen Lemak Tubuh Pedagang Pasar Liluwo
Keywords:
Persentase Lemak Tubuh, Frekuensi Makan, Aktivitas Fisik, Status Gizi, Bioelectrical Impedance Analysis (BIA)Abstract
Persentase lemak tubuh merupakan indikator penting status gizi yang berkaitan dengan risiko penyakit metabolik dan dipengaruhi oleh faktor gaya hidup seperti frekuensi makan dan aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan frekuensi makan dan aktivitas fisik dengan persentase lemak tubuh pada pedagang Pasar Liluwo. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan potong lintang. Persentase lemak tubuh diukur menggunakan Bioelectrical Impedance Analysis (BIA), sedangkan frekuensi makan dan aktivitas fisik dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur. Analisis data dilakukan secara bivariat untuk menilai hubungan antarvariabel dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara frekuensi makan dan persentase lemak tubuh (p=0,00), yang menandakan bahwa variasi frekuensi makan berhubungan dengan perbedaan persentase lemak tubuh responden. Sebaliknya, aktivitas fisik tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan persentase lemak tubuh (p=0,39). Dapat disimpulkan bahwa frekuensi makan berperan dalam variasi persentase lemak tubuh pada pedagang Pasar Liluwo, sedangkan aktivitas fisik tidak menunjukkan hubungan yang bermakna, sehingga pengaturan pola makan, khususnya frekuensi makan, perlu mendapat perhatian dalam upaya pengendalian lemak tubuh pada kelompok pekerja informal.


