https://e-journal.unbitago.ac.id/home/index.php/J-SiKomKes/issue/feedJurnal Promosi & Komunikasi Kesehatan (J-SIKOMKES)2026-08-10T05:17:29+00:00Melki Tunggati melkitunggati@gmail.comOpen Journal Systems<p>Jurnal Promosi & Komunikasi Kesehatan, disingkat (<strong>J-SIKOMKES</strong>) adalah jurnal yang berfokus kepada berbagai bidang yang berkaitan dengan komunikasi dan kesehatan. Semua publikasi di <strong>J-SIKOMKES </strong>bersifat akses terbuka yang memungkinkan akses tersedia secara bebas online tanpa berlangganan apapun. <strong>J-SIKOMKES</strong> ini terbit 2 kali dalam setahun, yaitu pada <strong>Mei</strong> dan <strong>Desember</strong>. Jurnal ini diterbitkan oleh LPPM Universitas Bina Taruna Gorontalo. </p>https://e-journal.unbitago.ac.id/home/index.php/J-SiKomKes/article/view/419Efektivitas Media Digital Dalam Promosi Kesehatan Terhadap Perubahan Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku: Systematic Literature Review2026-05-02T02:38:41+00:00Nanda Labadonandalabado13@gmail.comRia Amelia Salehriaameliasaleh@gmail.comSulastri Djafarsulastridjafar0902@gmail.com<p>Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam bidang kesehatan masyarakat. Media digital seperti meedia sosial, aplikasi kesehatan, website, dan video edukasi kini banyak dimanfaatkan sebagai sarana promosi kesehatan. Penggunaan media digital dinilai lebih efektif karena mampu menjangkau masyarakat luas dengan cepat, interaktif, dan biaya relatif lebih rendah dibandingkan media konvensional serta dalam konteksi ini, media digital memiliki potensi besar untuk mempengaruhi ketiga aspek tersebutm yang dikenal dengan konsep Knowledge,Attitude, Practice (KAP). Tujuan: Menganalisis efektivitas media digital dalam promosi kesehatan terhadap perubahan pengegtahuan, sikap, dan perilaku. Metode: Database yang digunakan dalam systematic literature review ini adalah google scholar, pubmed dan scopus yang dipublikasi dari tahun 2015-2025. Systematic review ini menggunakan 20 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi dan sesuai relevansi. Hasil: Dari 20 artikel terpilih menunjukkan bahwa media digital efektif dalam meningkatkan pengetahuan, namun perubahan perilaku memerlukan intervensi yang lebih intensif. Kesimpulan: Media digital dapat dianggap sebagai sarana yang efektif dalam tahap awal promosi kesehatan, khususnya dalam meningkatkan pengetahuan. Namun, diperlukan pendekatan tambahan agar dapat menghasilkan perubahan perilaku yang lebih optimal.</p>2026-05-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Promosi Komunikasi dan Kesehatan (J-SIKOMKES)https://e-journal.unbitago.ac.id/home/index.php/J-SiKomKes/article/view/467Peran Kontrol Orang Tua Terhadap Penggunaan Gadget pada Anak dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental: Sebuah Literature Review2026-07-02T02:15:37+00:00Sitti Rahmatia Baurahmatiaabau94@gmail.comOctaviani Suryaningsih Masagunioctavianimasguni93@gmail.com<p>Penggunaan <em>gadget</em> pada anak usia dini hingga remaja telah meningkat secara drastis, membawa risiko signifikan terhadap kesehatan mental seperti kecemasan, depresi, dan gangguan tidur. Kontrol orang tua (<em>parental mediation</em>) dianggap sebagai salah satu faktor kunci dalam memitigasi dampak negatif tersebut. Tinjauan pustaka ini bertujuan untuk menganalisis berbagai bentuk kontrol orang tua terhadap penggunaan <em>gadget</em> anak dan bagaimana peran tersebut memengaruhi kesehatan mental anak. Penelitian ini menggunakan metode <em>literature review</em> dengan menyintesis artikel ilmiah dari database Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect yang diterbitkan dalam rentang waktu rentang tahun terakhir. Kontrol orang tua yang bersifat aktif (<em>active mediation</em>) dan kolaboratif terbukti lebih efektif dalam menjaga kesehatan mental anak dibandingkan kontrol yang bersifat restriktif total (<em>restrictive mediation</em>) yang sering kali justru memicu konflik dan stres tambahan pada anak. Kontrol yang tepat mampu menurunkan risiko kecanduan <em>gadget</em>, memperbaiki kualitas tidur, dan menekan tingkat kecemasan. Pendampingan yang suportif dan komunikasi dua arah antara orang tua dan anak menjadi strategi terbaik dalam kontrol penggunaan <em>gadget</em> demi menjaga kesejahteraan psikologis anak.</p>2026-05-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Promosi Komunikasi dan Kesehatan (J-SIKOMKES)https://e-journal.unbitago.ac.id/home/index.php/J-SiKomKes/article/view/477Fenomena Self-Diagnosis di Era Digital: Tinjauan Literatur atas Perilaku, Risiko, dan Implikasi Kesehatan2026-07-09T03:59:23+00:00Dhiya Ulhaqulhaqdhiya576@gmail.comSry Ade Muhtya Gobelsryabel.gobel@gmail.com<p>Kemudahan akses informasi kesehatan melalui mesin pencari, media sosial, dan aplikasi symptom checker telah mendorong meluasnya praktik self-diagnosis, yaitu upaya individu mendiagnosis kondisi kesehatannya sendiri tanpa keterlibatan tenaga kesehatan profesional. Artikel ini bertujuan meninjau secara naratif literatur mengenai konsep, landasan teori, sumber informasi, serta dampak psikologis dan klinis dari perilaku self-diagnosis, dengan penekanan pada konteks kesehatan mental dan konteks Indonesia. Penelusuran dilakukan atas literatur konseptual dan studi empiris yang relevan, kemudian disintesis secara tematik dan dianalisis melalui tabel sintesis dan tabel komparatif. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa self-diagnosis dapat meningkatkan kesadaran kesehatan awal, tetapi juga berisiko memicu cyberchondria, kesalahan interpretasi gejala, dan penundaan konsultasi profesional. Ditemukan pula kesenjangan penelitian pada aspek dampak jangka panjang self-diagnosis berbasis media sosial di kalangan remaja Indonesia dan minimnya kajian tentang peran aplikasi berbasis kecerdasan buatan dalam memengaruhi keputusan mencari layanan kesehatan formal. Artikel ini merekomendasikan penguatan literasi kesehatan digital sebagai langkah mitigasi risiko self-diagnosis yang keliru.</p>2026-04-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Promosi Komunikasi dan Kesehatan (J-SIKOMKES)https://e-journal.unbitago.ac.id/home/index.php/J-SiKomKes/article/view/567Analisis Dinamika Kasus Stunting Pada Balita Di Kabupaten Bone Bolango Tahun 2024–2026: Kajian Data Sekunder Dinas Kesehatan2026-08-10T05:17:29+00:00Susanly Ainun Handokohandokosusanly@gmail.comSitti Rahmatia Bausittirahmatia@gmail.com<p>Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi prioritas kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Provinsi Gorontalo. Kabupaten Bone Bolango tercatat sebagai salah satu daerah dengan beban stunting yang fluktuatif dalam beberapa tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan menganalisis tren dan pola sebaran kasus stunting pada balita di 20 wilayah kerja Puskesmas se-Kabupaten Bone Bolango pada periode 2024–2026 menggunakan data sekunder dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bone Bolango. Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan pendekatan time series menggunakan data hasil pengukuran/penimbangan balita dan sistem pencatatan gizi berbasis Puskesmas. Hasil kajian menunjukkan bahwa proporsi balita stunting kabupaten tercatat sebesar 4,89% (454 dari 9.281 balita) pada tahun 2024, meningkat menjadi 7,69% (728 kasus) pada tahun 2025, dan tercatat 4,96% (399 dari 8.039 kunjungan Posyandu) pada tahun 2026. Wilayah kerja Puskesmas Tapa dan Puskesmas Bone secara konsisten menunjukkan proporsi stunting tertinggi dan persisten sepanjang tiga tahun pengamatan, sementara Puskesmas Bulango dan Puskesmas Botupingge konsisten menunjukkan proporsi terendah. Ditemukan pula lonjakan ekstrem pada Puskesmas Dumbayabulan tahun 2026 (52,94%) yang diduga kuat dipengaruhi oleh kecilnya basis data (denominator) kunjungan Posyandu pada wilayah tersebut. Faktor-faktor yang secara teoritis dan empiris berkontribusi terhadap kejadian stunting meliputi riwayat berat badan lahir rendah, praktik pemberian ASI eksklusif, keragaman konsumsi pangan, sanitasi lingkungan, akses pelayanan kesehatan, penyakit infeksi berulang, dan kondisi sosial ekonomi keluarga. Kajian ini merekomendasikan penguatan validitas dan konsistensi metode pengumpulan data gizi lintas tahun, intervensi gizi spesifik dan sensitif yang diprioritaskan pada wilayah kerja Puskesmas dengan beban tertinggi, serta penguatan konvergensi program lintas sektor sebagai upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Bone Bolango.</p>2026-05-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Promosi Komunikasi dan Kesehatan (J-SIKOMKES)