Analisis Komunikasi Kesehatan dalam Kegiatan Donor Darah: Pemberian Informasi, Pemahaman, dan Perilaku Partisipasi

Authors

  • Sry Ade Muhtya Gobel Program Sarjana Terapan Promosi Kesehatan, Universitas Bina Taruna Gorontalo, Kota Gorontalo, Indonesia
  • Suci Safitri Pakaya Program Sarjana Terapan Promosi Kesehatan, Universitas Bina Taruna Gorontalo, Kota Gorontalo, Indonesia
  • Revalina Latinulu Program Sarjana Terapan Promosi Kesehatan, Universitas Bina Taruna Gorontalo, Kota Gorontalo, Indonesia
  • Fadil Priansyah Nando Program Sarjana Terapan Promosi Kesehatan, Universitas Bina Taruna Gorontalo, Kota Gorontalo, Indonesia

Keywords:

Komunikasi Kesehatan, Donor Darah, Empati Sosial, Misinformasi Kesehatan, Literasi Kesehatan

Abstract

Donor darah merupakan kegiatan kesehatan masyarakat yang sangat bergantung pada partisipasi sukarela individu. Keberhasilan kegiatan donor darah tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan layanan, tetapi juga oleh efektivitas komunikasi kesehatan dalam membentuk pemahaman, sikap, dan perilaku masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran komunikasi kesehatan dalam membentuk partisipasi donor darah dengan menyoroti pemahaman informasi, empati sosial, serta hambatan berupa misinformasi dan ketakutan terhadap proses donor darah. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods melalui pengumpulan data kuesioner dan wawancara pada responden di lingkungan kampus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memahami informasi dasar kegiatan donor darah, seperti waktu, lokasi, dan ajakan partisipasi. Namun, masih ditemukan kesenjangan pemahaman terkait prosedur donor darah dan manfaat ilmiahnya bagi pendonor. Responden yang mendonorkan darah umumnya didorong oleh empati sosial dan nilai solidaritas kemanusiaan, sedangkan responden yang tidak mendonor dipengaruhi oleh ketakutan, misinformasi, persepsi risiko, dan kondisi fisik. Temuan ini menunjukkan bahwa komunikasi kesehatan yang bersifat umum dan persuasif belum cukup untuk mendorong partisipasi optimal. Diperlukan pendekatan komunikasi yang lebih komprehensif melalui edukasi prosedural, klarifikasi ilmiah, penguatan empati sosial, serta peningkatan literasi kesehatan agar partisipasi donor darah meningkat secara berkelanjutan.

Downloads

Published

2025-12-31