Literasi Kesehatan Digital Remaja dalam Menghadapi Misinformasi Kesehatan di Media Sosial: Analisis Literatur

Authors

  • Alpin Humawa Program Vokasi Promosi Kesehatan, Universitas Bina Taruna Gorontalo, Kota Gorontalo, Indonesia
  • Sry Ade Muhtya Gobel Program Vokasi Promosi Kesehatan, Universitas Bina Taruna Gorontalo, Kota Gorontalo, Indonesia
  • Siti Maryam L.Z. Ngabito Program Vokasi Promosi Kesehatan, Universitas Bina Taruna Gorontalo, Kota Gorontalo, Indonesia
  • Sri Wulan Baeda Program Vokasi Promosi Kesehatan, Universitas Bina Taruna Gorontalo, Kota Gorontalo, Indonesia

Keywords:

Literasi Kesehatan Digital, Remaja, Misinformasi, Media Sosial, Promosi Kesehatan

Abstract

Beragamnya arus informasi kesehatan di media sosial mendorong remaja berada pada posisi rentan terhadap misinformasi, terutama ketika kemampuan evaluasi sumber belum berkembang optimal. Kajian literatur ini menelaah temuan empiris terbaru mengenai kapasitas literasi kesehatan digital remaja dalam menghadapi informasi yang menyesatkan, dengan menyoroti kecenderungan bahwa akses informasi yang luas tidak diimbangi dengan keterampilan verifikasi. Analisis terhadap publikasi terkini menunjukkan bahwa TikTok dan Instagram menjadi ruang dominan penyebaran konten kesehatan yang tidak akurat, sementara kemampuan menilai kredibilitas, memahami konteks, serta mengenali manipulasi visual masih terbatas. Di sisi lain, intervensi yang melibatkan pendekatan partisipatif, seperti peer-led digital health education, terbukti meningkatkan ketahanan remaja dalam memilah informasi. Gambaran ini menegaskan pentingnya promosi kesehatan digital yang tidak hanya menyampaikan pesan, tetapi juga membangun kapasitas kritis remaja agar mampu menavigasi ekosistem informasi yang semakin kompleks.

Downloads

Published

2025-05-30